JAKARTA- Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa melalui Pengadaan yang lebih mengedepankan Value for Money, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terus mengembangkan proses bisnis pengadaan melalui aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

Saat ini, LKPP memperkenalkan metode pemilihan penyedia terbaru yaitu lelang cepat. Proses lelang cepat ini menjawab paradigma masyarakat mengenai sulitnya proses para penyedia untuk mendapatkan proyek pemerintah. Sesuai dengan namanya, lelang cepat menawarkan proses pemilihan penyedia yang sangat singkat dengan menghilangkan penawaran teknis dan administrasi. Proses pemilihan penyedianya cukup memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) yang terintegrasi dengan SPSE.

Untuk mengikuti lelang cepat, penyedia cukup mengisikan data perusahaan dalam SIKaP dan hanya penyedia yang sesuai dengan kualifikasi yang akan diundang untuk mengikuti proses lelang cepat. Tercatat tidak kurang dari 100.000 paket pengadaan senilai 200 Triliyun akan dilelangkan pemerintah pada tahun 2016 melalui 636 Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk pembangunan bangsa. Melalui proses pemilihan yang sangat mudah ini diharapkan meningkatkan daya minat para penyedia yang berkualitas dimana selama ini tidak mengikuti lelang pemerintah untuk tidak ragu-ragu dalam mengikuti lelang pemerintah.

Proses lelang yang memanfaatkan data penyedia dalam SIKaP, tidak hanya menguntungkan penyedia dari sisi pemasukan dokumen penawaran, tetapi sangat membantu panitia lelang juga ketika evaluasi penawaran dan tentunya membantu pemerintah untuk memperoleh hasil pengadaan yang berkualitas karena dikerjakan oleh para penyedia yang qualified.

Sumber : LKPP RI