• LATAR BELAKANG

  • Setiap desa di Indonesia memiliki keanekagaraman dan keunikan yang luar biasa. Maka diperlukan kemampuan dan pengetahuan serta kreatifitas dalam menggali potensi desa. Desa mempunyai potensi pendapatan yang spesifik yang perlu ditingkatkan dan dioptimalisasikan. Untuk dapat mengetahui dan menggali potensi desa diperlukan langkah/cara agar dapat secara mudah dan jelas apa potensi dan bagaimana metode pengembangannya.

    Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan sebagai penggerak pembangunan lokal tingkat desa. Pembangunan ekonomi lokal desa ini didasarkan oleh kebutuhan, potensi, kapasitas desa, dan penyertaan modal dari Pemerintah Desa dengan tujuan akhirnya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa.

    Berdasarkan kenyataan tersebut ICON Training Center akan menyelenggarakan kegiatan Study Banding Desa untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan keterampilan kepada Tim Pengelola Kegiatan dan masyarakat desa.


  • TUJUAN PENYELENGGARAAN

  • Kegiatan Study Banding Desa ini bertujuan agar setiap masyarakat desa mampu mengoptimalkan pendapatan asli desa, kemampuan dan kreatifitas sumber daya manusia dan dapat meniru desa-desa yang telah sukses menerapkan sistem yang ada.


  • JADWAL KEGIATAN

  • HARI KE I : CHECK IN HOTEL

    HARI KE II : BIMTEK
    HARI KE III : KUNJUNGAN KE DESA TERPILIH
    HARI KE IV : KUNJUNGAN KE DESA TERPILIH
    HARI KE V : PERSIAPAN PULANG
    08:30 : Check out hotel, lanjut acara City Tour Mataram sampai 3 jam sebelum waktu penerbangan pulang.
    DESTINASI
    A. Desa Sukarara
    Kain Tenun Ikat adalah salah satu seni tradisional Pulau Lombok yang memiliki keindahan yang unik dan berbeda. Anda bisa menyaksikannya saat berkunjung ke Desa Sukarara. Desa ini terkenal sebagai penghasil Kain Tenun tradisional Pulau Lombok. Kehidupan penduduknya mayoritas dilewatkan dengan mengoperasikan alat tenun. Alat tenun ini juga merupakan alat tradisional, yang dibuat dari kayu dengan sistem yang sederhana. Dengan alat ini, penduduk Desa Sukarara menghasilkan bermacam jenis merchandise khas Pulau Lombok. Seperti pakaian tradisional, taplak meja, selimut, dan selendang dengan motif-motif yang indah serta tenunan berkualitas. Karena hasil karya yang berkualitas tersebut, desa ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung domestik maupun mancanegara
    B. Desa Lendeng Nangka
    BUM Desa Lentera yang terbentuk sejak 2005 memiliki beberapa jenis usaha yaitu : Jasa keuangan mikro/Unit Simpan Pinjam, Unit Penyediaan Air bersih Desa (PAMDES), unit perdagangan dan/atau lumbung pangan, Unit Pengelolaan sampah, dan Unit Jasa dan konsultasi. BUM Desa yang di ketuai oleh Muh. Azhari ini memiliki perkembangan usaha yang cukup baik. Rata-rata keuntungan untuk unit simpan pinjam mencapai Rp 980.000/bulan. Pelanggan PAMDES sudah mencapai 750 pelanggan dimana pelanggannya tidak hanya warga Desa Lendang Nangka tapi juga menjangkau warga desa tetangga di sekitar Lendang Nangka. Tarif pemakaian air per meter kubik hanya sebesar Rp 200,- dan rata-rata jumlah pembayaran mencapai Rp. 3.500.000/bulan. Hebatnya 40% hasil pengelolaan PAMDES diberikan kepada Badan Kesejahteraan Masjid Desa dan 20% dari SHU dipersiapkan untuk dana sosial masyarakat Desa Lendang Nangka. Selain PAMDES, usaha lain seperti pengelolaan sampah, penyewaan traktor, unit perdagangan juga berjalan dengan baik.
    C. Desa Sade
    Penghuni di Desa Sade Lombok ini sekitar 715 jiwa. Mata pencaharian penduduk di Desa Sade Lombok Tengah ini adalah bertani dan pekerjaan menenun adalah pekerjaan sambilan kaum wanita, setelah selesai bekerja di sawah. Mereka menenun dengan hanya mengunakan alat tenun tradisional yang sangat sederhana. Hasil tenunan mereka sangat beraneka ragam seperti, taplak meja, kain sarung, kain songket, selendang, dan lain-lain.
    D. Desa Gili Indah
    Desa Gili Indah adalah kawasan dengan tiga gili (pulau dalam bahasa setempat), yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Tiga gili ini menjadi destinasi wisata selam, yang terkenal dengan keindahan terumbu karang serta pantainya yang sepi. Kehidupan di gili-gili ini relatif masih sepi, namun bersih karena penduduknya melarang penggunaan kendaraan bermotor. .

  • FASILITAS

    1. 1. Antar jemput bandara untuk rombongan minimal 3 orang.
    2. 2. Hotel*** 5 hari 4 malam sekamar berdua termasuk makan pagi/siang/malam.
    3. 3. Tas/T-Shirt/Modul bahan ajar/ATK dan Sertifikat Pelatihan.
    4. 4. CD berisi Bahan Ajar, format dokumen OPD & BUMDes; laporan study.

  • KONTRIBUSI

  • Kontribusi dapat disesuaikan dengan jumlah peserta dan durasi kegiatan.


  • JADWAL PELAKSANAAN

    1. 1. Dilaksanakan setiap minggu, mulai hari Minggu sampai Kamis (5 hari) atau untuk rombongan minimal 30 orang dapat menentukan jadwal sendiri.
    2. 2. Wajib mentransfer dana tanda jadi keikutsertaan Rp. 2.000.000,-/orang ke Rekening PT. IKON Mitra Sinergi Utama di Bank Mandiri Nomor 176 0000 407 005. Selambatnya 3 hari sebelum kedatangan untuk pemesanan hotel/konsumsi/perlengkapan peserta.
    3. 3. Harap melakukan pembelian tiket pesawat paling lambat 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan untuk menghindari harga tiket mahal.
    4. 4. Laporkan via SMS atau WA bukti transfer, tanggal/waktu keberangkatan, serta kode booking anda jika sudah membeli tiket, kepada panitia Sdri. Dita (0813 1777 3893)

  • INFORMASI

  • Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di:

    Mobile : 0813 6124 6666 / 0813 1777 3893

    Jakarta : (021) 227 34 123

    Medan : (061) 845 3462 / 0822 9869 6666